WAKTU KEHIDUPAN

Uji Validitas dan Reliabilitas

ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS
INSTRUMEN PENELITIAN


oleh :  Sudadi, M.Pd.
   
      
Suharsini Arikunto (2002:160) menjelaskan bahwa instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting, yaituvalid dan reliable. Untuk menyatakan baik dan tidaknya  instrumen, maka perlu diadakan pengujian validitas dan reliabilitasnya.
a. Uji validitas instrumen
Sutrisno Hadi (1991 : 1) berpendapat bahwa :
Kesahihan atau validitas dibatasi sebagai tingkat kemampuan suatu instrumen untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan instrument tersebut. Suatu instrumen  dinyatakan sahih jika instrument itu mengukur apa saja yang hendak diukurnya, mampu mengungkapkan apa saja yang ingin diungkapkan, mampu menembak dengan jitu sasaran yang ditembak.

     Berkaitan dengan validitas ini, Sutrisno Hadi (2000 :111-116) mengemukakan jenis validitas ini sebagai berikut :
1) Face validity bagaimna kelihatannya alat ukur benar-benar mengukur apa yang hendak diukur
2) Logical validity yaitu konsep validitas yang bertitik tolak dari kontruksi teoritik tentang factor factor yang hendak diukur oleh alat ukur, maka validitas logical sering disebut construct validity, kebenaran alat ukur ditinjau dari segi kecocokannya dengan teori sebagai fundamentalnya.
3) Factorial validity
4) Conten validity
5) Empirical validity yaitu validitas alat ukur yang menggunakan kriterium bagaimana derajat kesesuaian antra apa yang dinyatakan oleh hasil pengukuran dengan keadaan senyatanya.
Sutrisno Hadi (2000 : 124) mengemukakan alasan dipergunakannya analisis butir yaitu untuk mengetahui :
1. Apakah suatu item dapat dipertahankan atau tidak.
2. Jika suatu item tidak dapat dipertahankan dalam baterai lat ukur, maka item itu dapat gugur sama sekali atau diperbaiki.
    Dalam analisis butir digunakan rumus korelasi product moment dari Karl Pearson  seperti yang dikemukakan Sutrisno Hadi (1991 : 23) sebagai berikut :
          
Apabila angka korelasi momen tangkar rxy telah didapat, langkah selanjutnya adalah mengoreksi korelasi momen tangkar rxy tersebut menjadi korelasi bagian total rpq (r bagian total) dengan rumus sebgai berikut :

Selanjutnya untuk menentukan valid tidaknya item, perolehan angka rxy hitung dibandingkan dengan tabel r product moment pada taraf signigfikansi 5 % dan N = n-2 dengan ketentuan jika rxy hitung  lebih besar dari rxy table maka item tersebut sahih, sebaliknya jika rxy hitung lebih besar dari rxy tabel maka item tersebut dinyatakan tidak sahih atau gugur.

b. Reliabilitas instrument
Instrument yang baik disamping harus valid juga harus variable. Suharsini Ari Kunto (2002 : 168) menyatakan, reliabilitas artinya dapat dipercaya, dapat diandalkan. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa dikatakan variable bila memberikan hasil yang tetap atau ajeg walaupun dilakukan siapa saja dan kapan saja.
Uji reliabilitas instrument dapat mengemukakan rumus Alpha.

Langkah selanjutnya adalah menafsirkan angket koefisien reliabilitas. Sedangkan untuk mengetahui tingkat keandalannya berpedoman pada penggolongan berikut :
Antara 0,800 sampai dengan 1,00 = sangat tinggi
Antara 0, 600 sampai dengan 0,800 = cukup
Antara 0,400 sampai dengan 0,600 = agak rendah
Antara 0, 200  sampai dengan 0,200 = sangat rendah
                                               (Suharsimi Arikunto, 2002: 245)


DAFTAR PUSTAKA
Suharsimi Arikunto, 1998, Prosedur Pemnelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta, Rineka Cipta.
Sutrisno Hadi, (1991) Analisis Butir Untuk Instrumen, Yogyakarta,Andi Offset
    
Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TELAGA ILMU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger