WAKTU KEHIDUPAN

PTK : Peg System

Implementasi Metode Peg System Untuk meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Di SMP Muhammadiyah Semin
 
Oleh Sudadi, M.Pd. 


BAB  I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
            Kegiatan pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan yang setua dengan adanya manusia. Hal ini berarti bahwa sejak adanya manusia sudah ada usaha – usaha pendidikan., dalam rangka memberikan kemampuan pada subyek didik untuk hidup secara mandiri di masyarakat. Isi , bentuk, tujuan serta proses pendidikan dari satu periode ke periode berikutnya nampak terlihat berbeda, namun secara hakiki ada hal yang sama  yaitu adanya proses keikutsertaan dan keterlibatan anak dalam proses pendidikan walaupun sudah barang tentu kadarnya berbeda. Dalam perkembangan selanjutnya menununjukan bahwa semakin tinggi keterlibatan siswa dalam pembelajaran peluang keberhasilan pendidikan itu akan semakin tinggi.
           Sejalan dengan pernyataan diatas Willaiam Burton menyatakan
 “ Teaching is the guidance of learning activities”  mengajar pada hakekatnya adalah membimbing  kegiatan siswa belajar.(Saidihardjo : 2004 : 13 ) Dengan demikian pembelejaran idealnya berpusat pada siswa bukan pada guru. Dalam kaitanya dengan Pembelajaran IPS lebih lanjut Saidihardjo menjelaskan bahwa rasional Pembelajaran Ilmu pengetahuan Sosial pada pendidikan dasar dan menengah ditekankan pada siswa dapat mensistematisasikan bahan, informasi dan atau kemampuan yang telah dimiliki tentang manusia dan lingkungannya menjadi lebih bermakna ; lebih peka dan tanggap terhadap berbagai masalah sosial rasional dan bertanggung jawab; meningkatkan rasa toleransi dan persaudaraan dilingkungannya sendiri dan antar manusia. .(Saidihardjo : 2004 : 31 ) Pembelajaran IPS harus ber-perspektif global. Perspektif global merupakan pandangan dimana guru dan murid secara bersama-sama mengembangkan perspektif dan keterampilan untuk menyelidiki suatu yang berkaitan dengan isu global. (Idealnya tercermin dalam motto “ thingking globally and act locally”). Kumpulan para pakar ilmu sosial seluruh dunia yang berpusat di Amerika yang tergabung dalam wadah “ National Council for the Sosial Studies “ ( NCSS) pada tahun 1994 memberikan sejumlah rambu-rambu kapan pembelajaran IPS akan menjadi sangat kuat (powerful) apabila; 1) Terasa bermakna, yaitu bila siswa mampu menghubungkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dipelajari di sekolah dan luar sekolah, penyampaian bahan ajar ditujukan pada pemahaman, apresiasi dan aplikasinya dalam kehidupan.2) Pendekatan Integratif, yaitu terintegrasi pengetahuan, ketrampilan, sikap, nilai, kepercayaan dan keperbuatan nyata, 3) Berbasis nilai, khususnya menyangkut isu kontroversial yang memberikan ruang berefleksi dan bereaksi sebagai anggota masyarakat, bersikap kritis terhadap isu dan kebijakan sosial, serta menghargai perbedaan pandangan, 4) Bersifat menantang; siswa ditantang untuk mencapai tujuan pembelajaran baik secara individual maupun sebagai anggota kelompok, guru sebagai model untuk mencapai kualitas sesuai standar yang diinginkan, guru lebih menghargai pendapat siswa dengan alasan yang baik daripada pendapat asal-asalan.dan 5) Bersifat aktif, memberi kesempatan berfikir dan terlibat dalam pengambilan keputusan selama pembelajaran, pengajaran harus berbasis aktivitas  yang dapat ditemui dilingkungan social. (Kisworo :Makalah :Pembelajaran IPS : 2008 ) 
               Konsep ideal diatas jika kita gunakan memandang realitas dilapangan dalam pembelajaranm Ilmu Pengetahuan sosial seperti kata pepatah masih jauh panggang dari api . Pembelajaran Ilmu pengetahuan Sosial di Sekolah masih banyak menganut pembelajaran konvensional seperti ceramah, sehingga peran siswa dalam pembelajaran cenderung pasif. Pelajaran Ilmu pengetahuan sosial cenderung hanya dihafal dalam rangka mengejar target kurikulum yang sedang berlaku sehingga guru terjebak dalam metode pembelajaran yang monoton, statis tidak terpacu untuk menggunakan metode secara variatif.
               Mencermati dari permasalahan tersebut diatas maka perlu adanya strategi metode pembelajaran yang mampu menarik siswa untuk mengembangkan  kemampuannya melalui pembelajaran Ilmu pengetahuan sosial.  Dalam panadangan penulis salah satu alternative untuk meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa yakni dengan mengimplementasikan metode pembelajaran Peg Sistem.  Peg System adalah  suatu metode untuk memahami berbagai data  secara bersamaan dengan menggunakan berbagai symbol yang disusun dalam bentuk grafik.(Neuroscience Superlearning : III : 2006 : 57 )
               Dengan implementasi model pembelajaran peg system diharapkan pembelajaran menjadi lebih hidup dan aktif sehingga dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa  yang pada akhirnya berpengaruh pula pada prestasi belajar siswa  dalam mata pelajaran Ilmu pengetahuan Sosial di SMP Muhammadiyah Semin Kabupaten Gunungkidul Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta.

  B. Identifikasi Masalah
        Memahami dari latar belakang tersebut diatas maka dapat diidentifikasi masalah yang berkaitan dengan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Muhammadiyah Semin Gunungkidul sebagai berikut :   
1. Kegiatan Pembelajaran Ilmu pengetahuan sosial berpusat pada guru
2. Selama Kegiatan belajar mengajar murid terampas kesempatanya untuk berbuat lebih aktif
3. Kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial terjebak dalam metode konvensional tanpa ada variasi dengan metoda yang lain.
4. Pembelajaran Ilmu pengetahuan sosial menjadi membosankan karena monoton dan terkesan merupakan serentetan data yang harus dihafal saja.
5. Selama Kegiatan Pembelajaran tidak tercipta komunikasi aktif antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa.
6. Pembelajaran Ilmu penegetahuan social tidak membangkitkan motivasi aktivitas dan kreativitas belajar siswa
7. Siswa malas dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan sosial
8. Prestasi belajar siswa rendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain
C. Pembatasan Masalah
        Sejalan dengan permasalahan yang sudah teridentifikasi dan berangkat dari Kesadaran  akan keterbatasan waktu, tenaga dan kemampuan peneliti maka dalam hal ini peneliti mengkonsentrasikan penelitian ini hanya pada Pembelajaran Ilmu pengetahuan sosial dengan metode pembelajaran Peg system dalam kerangka Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan pada SMP Muhammadiyah Semin Kabupaten Gunungkidul. Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta.
D. Perumusan Masalah
        Berdasarkan  dari uraian pada latar belakang masalah dan identifikasi masalah tersebut diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana implementasi pembelajaran Metoda Peg system dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IX E di SMP Muhammadiyah Semin Kabupaten Gunungkidul
2. Bagaimana implementasi pembelajaran Metoda Peg system dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IX E di SMP Muhammadiyah Semin Kabupaten Gunungkidul
3. Bagaimana implementasi pembelajaran Metoda Peg system dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IX E di SMP Muhammadiyah Semin Kabupaten Gunungkidul
       
E. Tujuan Penelitian
         Selaras dengan apa yang telah tertuang dalam latar belakang masalah pembatasan masalah dan perumusan masalah maka dapat dirumuskan tujuan penelitian ini adalah :
1. Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran dengan metode Peg system pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan sosial kelas IX E di SMP Muhammadiyah Semin Kabupaten Gunungkidul
2. Meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui pembelajaran dengan metode Peg system pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan sosial kelas IX E di SMP Muhammadiyah Semin Kabupaten Gunungkidul
3. Meningkatkan prestasi belajar siswa melalui pembelajaran dengan metode Peg system pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan sosial kelas IX E di SMP Muhammadiyah Semin Kabupaten Gunungkidul
F. Manfaat Penelitian
        Hasil penelitian tindakankelas ini diharapkan akan mempunyai andil dalam pengembangan dan peningkatan motivasi, aktivitas dan Prestasi belajar Imu Pengetahuan Sosial bagi :
1. Siswa
Meningkatkan semangat dan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran Ilmu pengetahuan Sosial
2. Guru
Dalam penyampaian materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan sosial lebih effektif, kreatif dan lebih menarik.
3. Sekolah
Meningkatkan kinerja sekolah dalam kegiatan pembelajaran Ilmu pengetahuan sosial.

BAB  II
KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS


A. Deskripsi Teoritis
1. Konsep Belajar dan Pembelajaran
a. Pengertian Belajar
Bower dan Hilgard (1981: 11) menjelaskan bahwa belajar adalah :   
Learning refers to the change in subject’s behavior or behavior potential to agiven situation brought about by the subject’s repeated experience in that situation, provided that the behavior change cannot be explained on the basis of subject’s  native response tendencies, maturation, or temporary states ( such as fatigue, drunkenness, and so on)
    Dari sini dapat dipahami bahwa belajar adalah mengacu pada perubahan perilaku  atau potensi individu sebagai hasil dari pengalaman. Perubahan itu tidak disebabkan oleh instink, kematangan dan keadaan sementara seperti lelah, mabuk dan lain lain.
    Dengan  ungkapan yang hampir senada Moh . Surya (1981:32) menyebutkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Sementara itu Dimyati Mahmud (1989:121) mengungunkapkan pengertian belajar adalah  suatu perubahan perubahan tingkah laku, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung, dan terjadi pada diri seseorang karena pengalaman.
    Dari berbagai uraian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang relative menetap, baik yang dapat diamati maupun  yang tidak dapat diamati secara langsung, yang terjadi sebagai hasil dari latihan atau pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan.



b. Pengertian Pembelajaran
    Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar .Interaksi peserta didik dengan lingkungan belajar didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran.(Saidihardjo : 2004 : 13) Berdasrkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran  itu mempunyai karakter pokok pertama meningkatkan dan mendukung proses belajar siswa.kedua adanya interaksi yang dilakuakan dengan sengaja. Interaksi ini terjadi antara siswa yang belajar dengan lingkungan belajar, baik dengan guru siswa lainnya atau sumber belajar lainnya.
    Dalam pembelajaran idealnya guru dapat menciptakan situasi yang kondusif serta memberi motivasi dan bimbingan agar siswa dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitasnya. Jadi pembelajaran dilihat dari sisi guru adalah menumbuhkan proses belajar siswa ,tidak hanya menyampaikan pelalajaran dan semata-mata mengejar target kurikulum. Karena mengajar adalah mengatur dan mengkondidisikan  lingkungan belajar siswa sehingga terjadi interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya.
    Adapun Komponen pembelajaran yang efektif meliputi:
       Konstruktivisme, konsep ini yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Strategi pemerolehan pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa mendapatkan dari atau mengingat pengetahuan.
              Tanya jawab, dalam konsep ini kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan guru digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan mengevaluasi cara berpikir siswa, seangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.
              Inkuiri, merupakan siklus proses dalam membangun pengetahuan/ konsep yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Siklus inkuiri meliputi; observasi, tanya jawab, hipoteis, pengumpulan data, analisis data, kemudian disimpulkan.
       Komunitas belajar, adalah kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat berwujud dalam; pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke kelas, bekerja dengan kelas sederajat, bekerja dengan kelas di atasnya, beekrja dengan masyarakat.
       Permodelan, dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajr atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model tentang how to learn (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui media cetak dan elektronik.
       Refleksi, yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Adapun realisasinya adalah; pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu, catatan dan jurnal di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu, diskusi dan hasil karya.
       Penilaian otentik, prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan (pengetahuan, ketrampilan sikap) siswa secara nyata. Penekanan penilaian otentik adalah pada; pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhr periode, kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan berbagai cara, menilai pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa.(http://Bandono.web:2008)
c.  Pengertian Motivasi

    Motivasi berasal dari kata motif yang berarti daya upaya yang mendorong sesorang untuk melakukan sesuatu. Motif daoat diartikan sebagai daya penggerak dari dalam untuk melakukan aktivitas aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Berawal dari akar kata motif inilah motivasi diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjdi aktif .
    Menurut Sardiman(:2003:75) motivasi dapat diartikan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu dan apabila tidak suka maka akan berusaha untuk meniadakan perasaan itu.  Dengan ungkapan yang hampir senada Hani handoko (1997: 252) menyatakan bahwa motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.
    Dalam kaitanya dengan kegiatan belajar mengajar motivasi dapat diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegitan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh siswa dapat tercapai
    Salah satu karakteristik pokok dalam motivasi menurut Prasetya Irawan (1985:60) adalah sikap tekun menghadapi tugas, tidak mudah menyerah atau putus asa  jika menghadapi kesulitan. Sementara itu Dimyati ( 2002: 85) menyatakan bahwa motivasi belajar siswa dapat membangkitkan, meningkatkan dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil.
d. Aktivitas dalam belajar
    Aktivitas belajar yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam realitanya kedua hal tersebuat saling berjalin berkelindan apalagi dalam kegiatan aktivitas belajar. Menurut Piaget seorang anak itu berfikir sepanjang ia berbuat , tanpa perbuatan berarti anak itu tidak berfikir.               ( Sardiman : 2003 : 100) Maka agar anak berfikir sendiri guru harus memberi kesempatan untuk berbuat sendiri.
    Berfikir pada tahap verbal baru akan dapat dilakukian anak setelah anak itu berfikir pada taraf perbuatan. Hubungan antar kegiatan fisik dan mental akan membuahkan hasil belajar yang optimal.Sardiman ( 2003 : 101) mengklasifikasikan aktivitas belajar meliputi ; Visual activity, Oral activities, Listening Activities, Writing Activities, Drawing activities, Motor Activities, dan Mental activities.
e. Prestasi Belajar
        Apabila usaha sesorang telah menghasilkan suatu pola tingkah laku seperti yang direncanakan , itu artinya ia telah mencapai prestasi belajar.(Winarno Surakhmad : 2003: 136) Dalam ungkapan lain Winkel ( 1991: 65) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah menemukan prinsip pemecahan pada suatu problem yang menuntut seseorang menguasai kaidah kaidah tertentu.setelah konsep konsep tertentu dikuasai. Seterusnya
    Dalam kaitanya upaya memperoleh prestasi belajar yang optimal Dewa ketut Sukardi (1983) mengingatkan bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Hal ini harus diperhatikan bagi seorang pendidik untuk dapat menghantarkan anak didiknya pada prestasi yang memuaskan. Faktor factor tersebut yaitu : Faktor Fisiologis : Faktor ini meliputi kondisi jasmaniah anak dan juga kondisi psikis. : Faktor Bahan yang harus dipelajari ; Faktor alat perlengkapan belajar ; Faktror Lingkunganl dalam belajar. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu Lingkungan Alami yang meliputi iklim , udara dan lain-lain serta Lingkungan social  diantaranya suasan kehidupan sehari-hari, keadaan ekonomi dan lain lain.
  2. Pembelajaran Ilmu Penegetahuan Sosial di SMP
Indra Jati Sidi (2003:5) dalam salah satu bukunya menyatakan bahwa
 Pengetahuan social sebagai suatu mata pelajaran menjadi wahana dan alat siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan antara lain : Siapa dirinya ditengah atau dihadapan orang lain dan masyarakat ? Masyarakat apakah yang dimiliki ? Persyaratan - persyaratan apakah yang diperlukan dirinya untuk menjadi untuk menjadi anggota suatu masyarakat dan bangsa ? Apakah artinya menjadi anggota masyarakat dan bangsa dan dunia ? Bagaimanakah kehidupan masyarakat berubah dari waktu kewaktu ?   
     Dari pernyataan diatas dapat dipahami bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan  sosial dirancang untuk membangun dan merefleksikan kemampuan siswa dalam kehidupan bermasyarakat yang selalu berubah dan berkembang sepanjang masa. Dalam ungkapan lain Saidihardjo (2004:31)  menyatakan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan sosial  utamanya di tingkat pendidikan dasar dan menengah didesain agar siswa dapat  mensistematisasikan bahan, informasi, dan atau keampuan yang telah dimiliki tentang manusia dan lingkungannya agar menjaadi lebih bermakna.
    Memahami orientasi pembelajaran diatas dalam kaitanya dengan tugas guru Suciati (2002)menjelaskan, bahwa guru dalam konteks ini harus secara professional menggunakan segala pengetahuan, kepribadian dan ketrampilannya untuk mempengaruhi dan mengarahkan siswa. Melalui kegiatan pembelajaran guru dapat membantu siswa untuk menegembangkan kemandirian dan kepercayaan diri serta rasa antusias untuk mengerjakan tugas tugas selanjutnya.dalam suasana kelas yang memberi rasa aman dan nyaman kepada siswa.                
f. Pengertian Peg System
        Peg System adalah suatu metoda untuk memahami berbagai data  secara bersamaan dengan menggunakan berbagai symbol yang disusun dalam bentuk grafik (Neuroscience Super Teaching : Perode 2 : 57)
      
g. Kajian Hasil Penelitian Yang relevan
Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Rosalia Susila Purwanti (2006) yang berjudul “ Peningkatan Pembelajaran IPS dengan Impelementasi Model Learning Community di SMP 4 Gamping” berkesimpulan bahwa dari hasil tes yang diberikan pada akhir disetiap siklus dengan penerapan Pembelajaran Learning Community , terdapat peningkatan pretasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Sudadi (2006) yang berjudul “ Upaya Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah  melalui Tugas Membuat kartu siswa kelas IX B semester gasal Tahun 2006 di SMP Muhammadiyah Semin”  berkesimpulan bahwa dari hasil tes yang diberikan pada akhir di setiap siklus dengan penerapan Tugas membuat kartu  terdapat peningkatan pretasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.khususnya sejarah.
h. Kerangka Berfikir
        Setiap kegiatan belajar yang berlangsung hendaknya melibatkan seluruh siswa sehingga siswa tersebut dapat berpartisipasi aktif dalam topik yang sedang di bicarakan. Siswa akan berhasil dengan baik bila dalam pembelajaran dapat berpartisipasi secara aktif. Sehingga upaya untuk senantiasa memupuk kretifitas siswa dalam belajar siswa merupakan sebuah keharusan, yang harus dilakukan oleh seorang guru.
        Salah satu cara yang dapat ditempuh yaitu dengan menggunakan metoda pembelajaran Peg System. Karena metode peg system akan menuntun siswa untuk berkreativitas dengan imajinasinya untuk dituangkan dalam bentuk symbol baik symbol dalam bentuk gambar, angka ataupun akronim/singkatan.Hasil dari imajinasi kreatif siswa ini selanjutnya disajikan dalam bentuk data statistik. Karena imajinasi ini dilakukan secara pribadi atau kelompok maka yang dapat memahami hanya yang membuat atau kelompok yang bersangkutan.
        Metoda Peg Sistem tidak hanya memupuk kretivitas siswa secara personal maupun group namun juga menghantarkan siswa untuk dapat menghayati materi yang diajarkan guru, karena sesudah seluruh materi yang tersajikan dalam bentuk data ststistik siwa dituntut untuk memaparkan hasil imajinasi kreatifnya iitu dihadapan guru dan teman temanya.
       
i. Pengajuan Hipotesis   
        Berdasarkan kerangka berfikir sebagaimana terurai diatas, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut :
1. Implementasi metode Peg System dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan sosial Kelas IX E di SMP Muhammadiyah  Semin
2. Implementasi metode Peg System dapat meningkatkan aktivitas belajar  siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan sosial Kelas IX E di SMP Muhammadiyah  Semin
3. Implementasi metode Peg System dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan sosial Kelas IX E di SMP Muhammadiyah  Semin

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis penelitian
       Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom action research) yang menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif.
B. Subjek penelitian
         Sasaran penelitian dalam penelitian tidakan kelas ini adalah  siswa kelas IX E SMP Muhammadiyah  Semin, tahun pelajaran 2007 /2008  jumlah  29 siswa dengan rincian laki–laki : 15 siswa dan perempuan :  14  siswa, pada mata pelajaran IPS. yang terletak di Dusun Semin, Desa Semin, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul , Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
C. Teknik pengumpulan data
           Penelitian  tindakan (action research) ini sasaranya adalah upaya meningkatkan prestasi belajar dan kemandirian belajar IPS siswa kelas IX E SMP Muhammadiyah Semin dengan metode peg system.
           Adapun data dalam penelitian ini diperoleh melalui pengamatan, catatan harian dan hasil tes. Secara rinci teknik pengumpulan data tersebut adalah sebagai berikut :
1.   Pengamatan
               Pengamatan dilakukan peneliti di kelas  dan pengamatan menggunakan lembar observasi meliputi pengamatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran/aktivitas, kreativitas serta konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran.
2. Catatan Harian.
Catatan ini meliputi guru dalam menentukan strategi dan media pembelajaran agar siswa setelah kegiatan pembelajaran pada standar kompetensi :memahami kegiatan pelaku ekonomi dalam masyarakat mata pelajaran IPS  mampu memahami dan menguasai materi pokok bahasan sehingga menguasai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran..
3.  Observasi Aktivitas Kelas
Pengamatan kelas untuk merekam interaksi guru dan siswa dalam penanaman konsep yang meliputi suasana kelas, aktifitas siswa dalam kelas serta interaksi siswa dengan siswa lainya  dan interaksi siswa dengan sumber belajar .
D. Teknik analisis data, kuantitatif dan/atau kualitatif
               Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi hasil belajar dan kemandirian siswa pada mata pelajaran IPS dengan implementasi metode peg system pada siswa kelas IX E SMP Muhammadiyah Semin Kabupaten Gunungkidul. Maka analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dat yang bersifat kuantitatif untuk menghitung prosentase dan data kualitatif.
         Adapun komponen-komponen yang dianalisis dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Analisis mengetahui perubahan prestasi belajar belajar siswa
           Analisis ini untuk mengetahuai adanya perubahan prestasi balajar siswa delakukan dengan membandingkan antara, ulangan dilaksanakan sebelum tindakan atau pada awal pembelajaran, dengan ulangan  dilaksanakan sesudah tindakan atau dilaksanakan pada akhir pembelajaran. Nilai hasil ulangan pra siklus dan setelah siklus dianalisis berdasarkan pedoman penilaian. Pedoman penilaian test adalah sebagai berikut  : jumlah soal terdiri dari 20, setiap soal skornya 5, jadi jumlah skor semua 100. Maka nilai akhir antara 0-100
2. Analisis perubahan kemandirian belajar
         Pengukuran peningkatan kemandirian belajar pada siswa diperoleh analisis jumlah siswa yang belajar secara mandiri dikelas IXB. berhasil jika jumlah siswa yang mandiri > 65% dan  tidak berhasil < 65% .
      
E. Prosedur penelitian
           Prosedur penelitian  tindakan kelas pada pembelajaran ini direncanakan 2 siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan adanya perubahan yang ingin dicapai. Adapun prosedur penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : 1) Perencanaan. 2) Observasi.  3) Pelaksanaan Tindakan  4) Refleksi dalam setiap siklus.
          
1. Perencanaan
               Kegiatan tahab perencanaan adalah :
a. Membuat perencanaan atau skenario pembelajaran agar menarik dan mudah difahami sehingga pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat,  pembelajaran menjadi efektif dan efisien.
b. Membuat lembar observasi untuk memantau kegiatan belajar siswa di kelas sejauh mana perkembangan siswa dalam menguasai materi pembelajaran.
c. Merencanakan kegiatan belajar yang menggunakan metode peg system dan  pembuatan materi  pembelajaran dengan transparant.
d. Membuat alat evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman    materi pembelajaran  mata pelajaran IPS

2. Observasi
         Observasi dilakukan selama proses penelitian tindakan berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan rencana yang dibuat sekaligus efek tindakan yang terjadi selama pembelajaran. Hasil observasi akan digunakan sebagai bahan refleksi apakah tindakan yang dilakukan sesuai dengan rencana atau belum sekaligus untuk mengetahui ketercapaian hasil tindakan.
         Kegiatan observasi disini peneliti dengan cermat dan saksama memperhatikan dan mencatat tindakan, gerakan, dan gejala yang muncul selama pembelajaran berlangsung.
3. Pelaksanaan Tindakan
Penelitian tindakan ini dalam pelaksanaanya akan dilakukan selama tiga siklus. Adapun setiap siklus akan dilaksanakan dengan tindakan selama empat minggu atau empat  dalam proses pembelajaran. rencana  tindakan untuk setiap siklus adalah sebagai berikut :
a. Pra Siklus
Materi pembelajaran yang diberikan pada pra siklus ini adalah standar kompetensi : Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumberdaya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
 Dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan,  dengan tahapan sebagai berikut :
* Pertemuan pertama sampai ke tiga
1.   Pendahuluan
-  Guru membuka pelajaran  dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
-   Guru memberikan apersepsi tentang makhluk sosial dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
      2.   Kegiatan Inti
- Guru Menjelaskan materi pembelajaran dengan ceramah dan tanya jawab bervariasi
- Pada akhir pertemuan guru mempertegas setiap pokok bahasan pada setiap pertemuan.
       3. Kegiatan Penutup:
- Pembelajaran akhiri dengan do’a
*   Pertemuan keempat
- Pelaksanaan evaluasi/ulangan
b. Siklus Pertama
Materi pembelajaran yang diberikan pada siklus pertama adalah standar kompetensi : Mendeskripsikan perkembangan negara maju dan berkembang. Dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, dengan tahapan sebagai berikut :
* Pertemuan pertama sampai ketiga
1.   Pendahuluan
-  Guru membuka pelajaran  dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
-   Guru memberikan apersepsi tentang makhluk sosial dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
      2.   Kegiatan Inti
- Guru Menjelaskan materi pembelajaran dengan menngunakan pendekatan metode pembelajaran peg system.
- Pada akhir pertemuan guru mempertegas setiap pokok bahasan.
    3. Kegiatan Penutup:
- Pembelajaran akhiri dengan do’a
* Pertemuan keempat
- Pelaksanaan evaluasi/ulangan
- Selesai tes guru mengkoreksi pekerjaan siswa,
         Dalam kegiatan pembelajaran ini sekaligus dilaksanakan tes untuk mengetahui perkembangan prestasi belajar siswa pada siklus I.. Kemudian hasil tes dianalisis berdasarkan pedoman penilaian dan keberhasilan siswa. Kemudian refleksi dari hasil refleksi  siklus pertama disusun data awal tentang prestasi belajar dan kemandirian belajar siswa kemudian dijadikan bahan penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan tindakan pada siklus kedua.
c. Siklus Kedua
Berdasar hasil observasi, refleksi dan evaluasi pada siklus pertama maka siklus kedua merupakan kelanjutan pada siklus pertama. Adapun siklus kedua akam membahas materi : Perang dunia II dan Pendudukan Jepang di Indonesia
Pada siklus kedua ini akan memperbaiki kendala–kendala yang terjadi pada siklus pertama. Pembelajaran dilakukan dengan presentasi siswa.
*   Pertemuan pertama
1.   Pendahuluan
-  Guru membuka pelajaran  dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
-   Guru memberikan apersepsi tentang kegiatan di pasar
2.   Kegiatan Inti
-   Guru membuat kelompok menjadi 4 kelompok.
-   Setiap kelompok di beri tugas membuat materi presentasi dengan teransparant
         3. Kegiatan Penutup:
         - Guru memberikan tugas  untuk diselesaikan dirumah.
         - Pembelajaran akhiri dengan do’a
*   Pertemuan kedua dan ketiga
1.   Pendahuluan
-  Guru membuka pelajaran 
-   Guru memberikan tugas 2 kelompok setiap pertemuan  melakukan presentasi.
2.   Kegiatan Inti
-   Setiap kelompok melakukan presentasi menggunakan metode peg system  kelompok lain menanggapi
                 3. Kegiatan Penutup:
         - Guru menegaskan pokok materi..
         - Pembelajaran akhiri dengan do’a
* Pertemuan keempat
- Pelaksanaan evaluasi/ulangan



BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN

        Dari seluruh uraian pemecahan masalah di atas dapat disimpulkan.
1. Metode pembelajaran peg system mendorong siswa lebih perhatian dan meningkatkan pemahaman materi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasibelajar.
2. Metode pembelajaran peg system mendorong siswa minat siswa dalambelajar baik dalam kelas maupun belajar dirumah sehingga meningkatkan kemandirian belajar


B. SARAN

           Penggunaan metode pembelajaran yang variatif ternyata mampu meningkatkan prestasi belajar dan kemandirian belajar siswa, maka sebaiknya guru menerapkan strategi belajar dan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi untuk menghindari kebosanan siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan prestasi belajar yang akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan


DAFTAR PUSTAKA


Bower,H.G.&Hilgard R.E. (1981) Theories of learning. London: prentice Hall inc
Dymiati (2002) Belajar Dan Pembelajaran : Jakarta : Rineka Cipta
Hani Handoko,T (1997) Manajemen, Yogyakarta: BPFE Yogyarta
Indra Jati sidi (2003) Kurikulum 2004 standar kompetensi mata pelajaran Pengetahuan sosial Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. :Jakarta: Depdiknas
Prasetya Irawan, Suciati, Wardani I G.A. K. et al (1995) .Teori belajar motivasi dan ketrampilan mengajar, Jakarta Dirjen Dikti
Saidihardjo (2004) Pengembangan Kurikulum Ilmu Pengetahuan sosial (IPS) Yogyakarta : PPS UNY
Sardiman AM (2003) Interaksi dan motivasi belajar mengajar, Jakarta : Raja Grafindo persada.
Suciati. (2002) Belajar dan pembelajaran 2 Jakarta : Universitas terbuka.
Tim Penyusun Buku Psikologi Pendidikan,(1991), psikologi pendidikan FKIP IKIP Yogyakarta: UPP IKIP Yogyakarta
Winarno Surakhmad . (2003) Pengantar interaksi belajar dasar dan tehnik metodologi pengajaran. Bandung : Tarsito
Winkel, W.S. ( 1991) Psikologi Pengajaran. Jakarta ; Grasindo
Kisworo,(2008)  Pembelajran IPS Bermakna: upy.co.id.
Bandono,(2008) Pembelajaran CTL, http//Bandono:Web
Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TELAGA ILMU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger